Evaluasi Jumlah Penakar Hujan Pada DAS Tabo – Tabo Kabupaten Pangkep
DOI:
https://doi.org/10.33096/enfwrt98Keywords:
Penakar Hujan, DAS, Curah HujanAbstract
Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep memiliki peranan strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air di wilayah ini. Kondisi iklim yang dinamis dan perubahan pola hujan menuntut perhatian ekstra terhadap pemantauan curah hujan. Pengetahuan yang akurat tentang distribusi dan intensitas hujan di DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep menjadi dasar penting dalam pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko bencana, serta perencanaan adaptasi terhadap perubahan iklimMetode penelitian kuantitatif menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan serta analisis data yang dapat diukur. Untuk mencari rata-rata curah hujan, menghitung variannya, koefisien varian, jumlah penakar hujan optimum dan jumlah penakar hujan yang akan ditambahkan dilakukan dengan metode aritmatik dan metode Vershenev.Analisis yang akan dilakukan mengumpulkan data curah hujan yang ada di DAS Tabo Tabo Kabupaten Pangkep, sehingga diketahui efektivitas penakar hujan di DAS tersebut. Analisis yang digunakan pada studi ini meliputi analisis curah hujan, kapasitas penakar hujan, dan efektivitas penakar hujan.Jumlah penakar yang optimal adalah 7 sedangkan pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep, sudah terdapat 7 stasiun penakar hujan.
References
Djumali, Suraedah, Ratna Musa, and Hanafi Ashad. "Evaluasi Skematik Alokasi Air Daerah Aliran Sungai Jeneberang." Jurnal Konstruksi: Teknik, Infrastruktur dan Sains 1.6 (2022): 42-54.
Haris, M., Mallombasi, A., Haris, A., Akasy, M., Am, N. F., Musa, R., Haris, M., & Mallombasi, A. (2019). Analisis Ketersediaan Air pada Daerah Irigasi Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep. 1, 542–547.
Haris, N. M. (2023). Sebaran Jaringan penakar hujan di DAS Jeneberang menggunakan metode Polygon Thiessen.
Hermawan, O. E., Limantara, L. M., & Suhartanto, E. (2020). Analisis Sebaran Jaringan Penakar Hujan Dengan Metode Stepwise, Kriging & WMO Di DAS Serang Jawa Tengah. Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering, 11(2), 137-146.
Huddiankuwera, A. (2016). Pengaruh Panjang Data Terhadap Besarnya Penyimpangan Curah Hujan Rancangan (Studi Kasus Daerah Aliran Sungai Tabo-Tabo). Jurnal Ilmiah Teknik Dan Informatika, 1(2), 36–41.
Junaidi, R. (2015). Kajian Rasionalisasi Jaringan Stasiun Hujan pada Ws Parigi-Poso Sulawesi Tengah dengan metode Kagan Rodda dan Kriging.
Lismula, A. M., Dharmawansyah, D., Mawardin, A., & Susilawati, T. (2021). Efisiensi Kerapatan Stasiun Hujan Di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 20–30. https://doi.org/10.24815/jts.v10i1.19122
Ratu, Y. D., Krisnayanti, D. S., & Udiana, I. M. (2012). Analisis Kerapatan Jaringan Stasiun Curah Hujan pada Wilayah Sungai (Ws) Aesesa di Pulau Flores. Jurnal Teknik Sipil, 1(4). http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/87
Sakka, A., Musa, R., & Ashad, H. (2022). Kajian Ketersediaan Air pada Daerah Irigasi Palakka Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Konstruksi: Teknik, Infrastruktur Dan Sains, 01(05), 29–39.
Sarra, R., Rumilla, H., & Ezra, H. P. (2023). Evaluasi Pola Distribusi Stasiun Hujan Kota Medan. Jurnal Sains Terapan, 9(1), 10–19.
Triatmodjo, Bambang. 2010. Beta Offset Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Beta Offset.