Analisis Risiko Kecelakaan kerja Mengunakan Metode Bow Tie pada Proyek Pembangunan Struktur Rumah Sakit Primaya Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar

Authors

  • Agus Mahendra Syaputra Universitas Muslim Indonesia Author
  • Ahmad Alfi Muyamman Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia Author
  • Annisa Junaid Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33096/ge26wq07

Keywords:

kecelakaan kerja, keselamatan konstruksi, penilaian risiko, Bow Tie, tower crane, pekerjaan di ketinggian

Abstract

Pekerjaan konstruksi gedung bertingkat memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi karena melibatkan pekerjaan di ketinggian, operasi pengangkatan, penggunaan alat berat, dan aktivitas dengan sumber listrik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja, menentukan risiko dominan, serta menganalisis penyebab, konsekuensi, dan pengendaliannya pada proyek pembangunan struktur Rumah Sakit Primaya Makassar menggunakan risk assessment dan metode Bow Tie. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, serta dokumen proyek. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan parameter likelihood dan severity untuk menentukan tingkat serta prioritas risiko, kemudian risiko dominan dianalisis menggunakan Bow Tie. Hasil penelitian mengidentifikasi 35 jenis risiko pada enam kategori pekerjaan. Dua risiko paling kritis adalah putusnya sling pada operasi tower crane untuk pengangkutan beton dan terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan pengecoran. Analisis Bow Tie menunjukkan bahwa risiko tersebut dipengaruhi oleh faktor peralatan, kesalahan operasional, ketidaksesuaian prosedur, dan keterbatasan pengawasan. Pengendalian diprioritaskan melalui inspeksi peralatan angkat, pengendalian kapasitas beban, perencanaan pengangkatan, proteksi jatuh, pengawasan kerja, pembatasan zona berbahaya, serta kesiapsiagaan tanggap darurat. Temuan ini memberikan dasar praktis untuk menentukan prioritas pengendalian risiko pada pekerjaan struktur gedung bertingkat.

References

Bhayangkara, A., Setyawan, A., & Handayani, F. (2023). Analisis Kecelakaan Kerja pada Struktur Bawah Blending Silo Proyek “EPC Talavera” Tuban Menggunakan Metode Bowtie. 7, 1–9.

Hart, B. (2007). Risk management guidelines companion to AS/NZS 4360 : 2004. SAI Global.

Ihsan, T., Edwin, T., & Irwan, R. (2016). Analisis Risiko K3 Dengan Metode HIRARC Pada Area Produksi PT Cahaya Murni Andalas Permai. http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/

Masjuli, Taufani, A., & Kasim, A. (2019). Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja berbasis SNI ISO 45001 :2018.

Rahajaan, M., Gery, M., Gafi, A., Supardi, S., Bachmid, S., & Fatmah Arsal, S. (2019). Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Konstruksi Gedung (Studi Kasus: Pembangunan RSIA Ananda Kota Makassar) (Vol. 1). https://jurnal.ft.umi.ac.id/index.php/JILMATEKS

Sena Wahyu Purwanza, S. Kep. , Ners. , M. K. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (S. Kep. , M. K. Ns. Arif Munandar, Penerj.).

Sugiono. (1997). Statistika Untuk Penelitian (A. Nuryanto, Ed.; cet. 2, Vol. 0). ALFABETA.

Published

2026-08-21

Similar Articles

71-80 of 166

You may also start an advanced similarity search for this article.