Penggunaan Aspal Buton Liquid Sebagai Bahan Pengikat Dalam Campuran Aspal Beton
DOI:
https://doi.org/10.33096/m07gr550Keywords:
Stabilitas, kadar aspal optimum, aspal buton liquidAbstract
Tingginya kebutuhan aspal nasional yang mencapai 1.200.000 ton/tahun menjadi salah satu isu dalam dunia konstruksi jalan dimana kebutuhan ini tidak dapat sepenuhnya dipasok dari produksi aspal dalam negeri, sehingga sejumlah besar kebutuhan perlu diimpor dari luar negeri. Sementara itu, keterbatasan stok aspal minyak berdampak pada harga yang cenderung naik mengikuti kenaikan harga pasar minyak mentah dunia. Aspal Buton merupakan material alam yang terdapat di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Material ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara optimal, namun saat ini masih kalah bersaing dengan aspal minyak. Rendahnya popularitas penggunaan aspal buton disebabkan karena sebelum digunakan sebagai material perkerasan, Aspal Buton terlebih dahulu perlu melalui proses pemurnian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik aspal buton liquid sebagai bahan campuran perkerasan Laston AC-WC dan menentukan kadar aspal optimum campuran aspal dengan menggunakan aspal buton liquid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kadar aspal 7%, stabilitas campuran mencapai nilai 859,06 kg. Hal ini menunjukkan nilai stabilitas akan meningkat setelah mencapai nilai kadar aspal maksimun. Selanjutnya akan menurun setelah melewati kadar aspal maksimum. Penggunaan Aspal Buton liquid pada campuran aspal beton memberi pengaruh sehingga kadar mineral yang ada dalam bitumen bitumen susah untuk dideteksi. Oleh karena itu, asbuton liquid akan menyebabkan naiknya bitumen dalam campuran.
References
Anonim. (1991). Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall. SNI 06-2489-1991. Badan Standardisasi Nasional
Anonim. (1992). Penggunaan Asbuton Campuran Dingin Dengan Aspal Emulsi SNI 03-2852-1992. Badan Standarisasi Nasional.
Sunanto, A. Y., Saleh, M. S., & Isya, M. (2015). Karakteristik campuran aspal emulsi dingin tanpa dan dengan tundaan pemadatan. 4(2), 73–86.
Garrison, W. L., & Chairman, F. V. (1972). National Cooperative Highway Research Program Physiographic Units and National Academy of Sciences- National Academy of Engineering.
Sukirman, S. 2003. (1981). Beton Aspal Campuran Panas. Bandung: Institut Teknologi Bandung.