Analisis Tarikan Perjalanan pada Kawasan Trans Studio Mall (TSM) Makassar

Authors

  • Harsaym Mahatir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia Author
  • Rifky Alfiansyah Ahmad Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia Author
  • Lambang Basri Said Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia Author
  • Mukhtar Thahir Syarkawi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia Author
  • Zaifuddin Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.33096/yjmgmg63

Keywords:

Tarikan pergerakan, SPSS, Pusat perbelanjaan

Abstract

Adanya transportasi mengakibatkan beberapa faktor salah satunya yaitu sifat masyarakat yang selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya berada di tempat lain. Tarikan pada lalu lintas pada tata guna lahan khususnya pada kawasan TSM khususnya Trans Studio Mall di Kota Makassar, merupakan salah satu permasalahan yang sering menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Trans Studio Mall (TSM) merupakan salah satu mall indoor terbesar di Indonesia serta menjadi salah satu pusat perbelanjaan. Di atas lahan seluas 2,7 Hektar. TSM menyajikan 22 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 4 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Berlokasi di Tanjung Bunga Makassar, Hanya berjarak 15 menit dari pusat Kota Makassar. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis Faktor apa yang mempengaruhi terjadinya tarikan kendaraan di kawasan TSM Makassar. Serta memodelkan tarikan kendaraan pada kawasan TSM Makassar. Faktor yang mempengaruhi tarikan pergerakan paling besar dengan variabel Terikat adalah tujuan responden Berbelanja, Makan, Refreshing, dan Bermain. Serta alasan utama responden memilih TSM Makassar dikarenakan alasan utama berupa Area Parkir yang Luas (X3) serta Pelayanan yang Memuaskan (X4). Model tarikan pergerakan pada kawasan TSM Makassar diperoleh sembilan model yakni Y1 = -52,500 + 0,962X1, Y2 = -148,571 + 1,595X2, Y3 = 82,231 + 0,998X3, Y4 = 82,231 + 0,998X4, Y5 = -25,567 + 0,721X5, Y6 = 15,313 + 0,891X6, Y7 = -105,505 + 1,469X7, Y8 = -908 + 0,829X8 dan Y9 = 25,656 + 0,520X9.

References

Dirgah, M. H. (2019). Analisis Pergerakan Orang Di Masa Pra Pandemi Covid-19. Pare-Pare: UMPAR.

Dwi, A. R. (2020). Analisis Model Tarikan Perjalanan Ke Suzuya Marelan Plaza Di Kecamatan Medan Marelan. Medan: UMSU.

Frans, John. H. (2016). Model Tarikan Pergerakan Transportasi Pada Kompleks Lippo Plaza, Flobamora Mall dan Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Jurnal Teknik Sipil, 05(02), 149-161.

Roza, A. (2013). Intercity Land Public Transport Modal Choice Analysis by Stated Preference Methods: A Case Study in Kuala Lumpur – Penang Corridor, Jabatan Kejuruteraan Awam, Universiti Malaya. Malaysia.

Morlok, E. K. (1991). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta : Erlangga.

Ofyar Z., Tamin. (2000). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Penerbit ITB, Bandung.

Sirait, S. (2020). Analisis Tarikan Perjalanan Menuju Pasar Raya Mmtc Di Jalan William Iskandar Pasar V. Medan: UMSU.

Published

2024-01-31